PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
PsikolinguistikPsikologi Kognitif

anafora

anaphora

Ringkasan Singkat

Penggunaan kata ganti atau kata lain untuk merujuk kembali ke kata yang telah disebutkan sebelumnya guna menjaga kesinambungan bahasa dan menghindari pengulangan.

Dalam linguistik dan psikolinguistik, anafora adalah fenomena penggunaan ekspresi bahasa yang maknanya bergantung pada referen sebelumnya dalam percakapan atau teks. Contoh yang umum adalah penggunaan kata ganti seperti 'dia' atau 'itu' untuk merujuk pada nama orang atau benda yang sudah dibahas sebelumnya. Contoh kalimat: 'Budi sedang membaca buku, dan dia sangat menikmatinya.' Di sini, 'dia' merujuk pada Budi, dan 'nya' merujuk pada buku.

Kemampuan manusia untuk memahami anafora merupakan salah satu fokus utama dalam studi tata bahasa generatif dan pemrosesan kognitif. Proses ini melibatkan memori kerja yang aktif untuk menjaga informasi referen tetap tersedia saat kata ganti muncul. Gangguan dalam memproses anafora dapat ditemukan pada individu dengan gangguan bahasa tertentu atau defisit kognitif, sehingga menjadikannya subjek penelitian penting dalam psikologi bahasa untuk memahami bagaimana otak mengintegrasikan informasi dalam komunikasi.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • Chomsky, N. (1981). Lectures on Government and Binding.
  • Harley, T. A. (2014). The Psychology of Language.
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 7 Mei 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback